Melalui PROASIF (Program Kolaborasi Intensif)  Penguatan Literasi Numerasi diintegrasikan dalam Kurikulum Satuan Pendidikan

Kurikulum nasional yang digulirkan pada bulan Maret 2024 sebagai perwujudan implementasi Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah mengerucutkan pilihan melaksanakan kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Sebagai tindak lanjut regulasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal berinisiasi untuk merefresh pengetahuan dan keterampilan kepala sekolah mengenai kurikulum sekolah melalui kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Sae Inn pada tanggal 13 dan 14 Mei 2024 dengan menyasar seluruh kepala sekolah di Kecamatan Kendal. Kegiatan ini mengulik materi bedah kurikulum nasional, penyamaan persepsi mengenai miskonsepsi kurikulum merdeka, pelaksanaan supervisi literasi, berbagi praktik baik peran serta masyarakat dan budaya baca. Fokus bimbingan teknis yang dilakukan adalah bagaimana kolaborasi yang dilakukan dalam usaha meningkatkan literasi dan numerasi di satuan pendidikan sebagai salah satu rangkaian dari PROASIF (Program Kolaborasi Intensif), sebuah aksi perubahan dengan Project Leader Ninik Chaeroni, SPd, M.Pd selaku Kabid Pembinaan SD.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Bpk Drs Ferinando RAD Bonay. Dalam sambutannya beliau memberikan arahan, bahwa kemampuan literasi numerasi merupakan salah satu indikator dari SPM yang merupakan tugas pemerintah dalam layanan pendidikan dasar. Selain itu, guru juga diharapkan menggunakan IT dalam melaksanakan pembelajaran di kelasnya.

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini mencakup bagaimana peran kepala sekolah, guru, serta masayarakat dalam upaya penguatan literasi dan numerasi. Hal ini berpijak dari upaya Disdikbud Kendal dalam meningkatkan literasi numerasi pada rapor pendidikan daerah. Kegiatan yang dilakukan dengan intensif ini tidak berhenti pada penyampaian materi, namun peserta juga dilibatkan untuk menyusun rencana tindak lanjut yang nantinya akan dilakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Dari hasil pendampingan, monitoring, dan evaluasi tersebut, pihak-pihak terkait akan melakukan refleksi bersama agar kolaborasi yang terjalin dapat semakin efektif dan berdampak bagi peningkatan literasi dan numerasi di Kabupaten Kendal.

“Materi pada pelatihan ini sangat menarik. Di sini kami mendapatkan berbagai inspirasi mengenai praktik penguatan literasi dan numerasi, serta bagaimana peran kepala sekolah dalam membantu guru menguatkan literasi numerasi melalui supervisi literasi numerasi”, ungkap Bapak Achmad, S.Pd. sebagai salah satu kepala sekolah peserta bimtek. “Kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan masyarakat dalam upaya peningkatan literasi dan numerasi tidak hanya sebatas pada pendanaan, tetapi banyak hal yang perlu dikuatkan kepada masyarakat agar tidak “takut” lagi ketika mendapat undangan dari sekolah”, Yuliana, S.Pd., sebagai salah satu peserta juga berurun gagasan.

Luaran dari kegiatan ini adalah tersusunnya kurikulum sekolah yang mengintegrasikan budaya baca. Budaya baca yang dimaksud tidak terbatas pada literasi baca tulis, namun lebih meluas pada literasi numerasi. Harapannya, melalui pembenahan perencanaan, maka pembenahan implementasi program lebih terarah sebagai upaya peningkatan literasi numerasi di Kabupaten Kendal.

Mungkin Anda juga menyukai