AZKIA AYU NUR FADHILAH, DONGENG, DOA, DAN PRESTASI NASIONAL DARI SUKOREJO KENDAL

Prestasi luar biasa diraih oleh Azkia Ayu Nur Fadhilah, siswi SDN 1 Sukorejo Kabupaten Kendal, yang berhasil meraih Juara I Lomba Mendongeng Tingkat Nasional 2025. Ini merupakan lomba berjenjang setelah sebelumnya ia memenangkan perlombaan yang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kemenangan ini bukan hanya tentang kemampuan bercerita, tetapi juga tentang ketekunan, doa, dan dukungan keluarga serta sekolah yang berjalan beriringan.

Saat namanya diumumkan sebagai juara pertama, Azkia mengaku sangat bersyukur dan bahagia. Ia tidak menyangka bisa meraih posisi tertinggi karena seluruh finalis tampil dengan sangat baik. Meski memiliki optimisme dan harapan, Azkia dan keluarganya memilih untuk pasrah kepada Allah dan berusaha tampil maksimal. Doa yang dipanjatkan akhirnya dikabulkan, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Azkia dan keluarganya.

Kecintaan Azkia pada dunia mendongeng tumbuh sejak usia dini. Sejak PAUD, sekitar usia 3,5 tahun, ia sudah mulai menekuni mendongeng dengan cerita “Kisah Nabi Ibrahim”. Bagi Azkia, mendongeng adalah kegiatan yang seru karena ia bisa belajar berbagai teknik suara, berakting, dan mengenal banyak cerita yang belum tentu diketahui teman-temannya.

Dalam lomba nasional tersebut, Azkia membawakan dongeng berjudul “Harimau yang Serakah”. Pemilihan cerita ini bukan tanpa alasan. Bersama umminya, Azkia ingin mengangkat salah satu potensi pariwisata di Sukorejo Kendal agar lebih dikenal luas. Cerita fabel dipilih sebagai media yang menarik, sehingga selain menyampaikan pesan moral, dongeng tersebut juga menyisipkan unsur wisata dan sejarah lokal agar pendengar tertarik untuk mengenal dan mengunjungi Sukorejo.

Persiapan lomba dilakukan dengan sangat sungguh-sungguh. Azkia berlatih setiap hari, menjaga kesehatan, dan mengonsumsi makanan bergizi. Namun, yang paling ditekankan adalah keseimbangan antara usaha dan doa. Azkia selalu meminta doa restu dari abi, ummi, eyang kakung, dan eyang putri. Ia juga meminta doa dari guru ngaji, teman-teman TPQ, serta jamaah tahlil umminya. Keluarga Azkia meyakini bahwa ikhtiar tanpa doa tidak akan sempurna.

Dukungan terbesar datang dari keluarga. Abi, ummi, dan kakung menjadi pilar utama kekuatan Azkia. Setiap malam, abi dan kakung melakukan mujahadah untuk kesiapan batin Azkia, bahkan menyiapkan air doa setiap pagi. Di sisi lain, ummi dengan penuh kesabaran terus melatih Azkia meski lelah sepulang mengajar dan harus mengurus adik-adiknya. Bagi Azkia, keluarga adalah kekuatan terbesarnya.

Tantangan tentu tidak terelakkan. Saat memerankan tokoh harimau, suara Azkia sempat serak dan perutnya sakit. Pergantian karakter dari harimau ke monyet juga memerlukan latihan ekstra agar teknik suara tetap terkontrol. Namun, melalui latihan yang konsisten, tantangan tersebut berhasil diatasi.

Bagian mendongeng yang paling disukai Azkia adalah ekspresi. Menurutnya, ketika ekspresi ditampilkan dengan tepat, penonton akan ikut larut dan antusias menyimak cerita. Sebelum tampil, Azkia selalu melakukan latihan dan doa. Bahkan beberapa hari sebelum lomba, ia bersama keluarga melakukan tahlil dan ziarah sebagai bentuk wasilah dan ikhtiar spiritual.

Pengalaman paling berkesan bagi Azkia adalah kesempatan pergi ke Jakarta melalui kemampuan yang ia cintai. Ia dapat bertemu tokoh-tokoh pendongeng nasional seperti Kak Seto, Kak Agus DS, dan Kak Dede, serta mendapatkan banyak teman baru dari berbagai provinsi yang saling memotivasi.

Meski pembinaan mendongeng banyak dilakukan oleh orang tua, peran sekolah tetap sangat penting. SDN 1 Sukorejo memberikan kesempatan, dukungan, dan semangat kepada Azkia untuk terus berlatih, berdoa, dan tetap rendah hati. Kolaborasi sekolah dan orang tua terbukti menjadi kunci keberhasilan. Pihak sekolah menilai Azkia sebagai siswa yang aktif, percaya diri, dan memiliki kemampuan public speaking sejak dini. Dukungan orang tua yang proaktif dalam mengarahkan bakat anak juga menjadi faktor penting yang membuat proses pembinaan berjalan optimal.

Prestasi gemilang Azkia Ayu Nur Fadhilah juga mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs. Ferinando RAD Bonay. Ia menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat atas capaian luar biasa yang diraih siswi SDN 1 Sukorejo tersebut. Menurutnya, keberhasilan Azkia menjadi Juara I Lomba Mendongeng Tingkat Nasional 2025 merupakan bukti nyata bahwa potensi peserta didik Kendal mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global apabila dibina dengan baik dan berkelanjutan.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ananda Azkia Ayu Nur Fadhilah, keluarga, guru, dan sekolah. Prestasi ini sangat membanggakan Kabupaten Kendal. Semoga Azkia terus menginspirasi, menjadi teladan, dan role model dalam pengembangan talenta serta bibit unggul generasi penerus bangsa,” ujar Ferinando.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci utama dalam pengembangan bakat dan karakter peserta didik. Prestasi Azkia dinilai sejalan dengan semangat Merdeka Belajar, di mana anak diberi ruang untuk tumbuh sesuai minat dan potensinya, tanpa meninggalkan nilai karakter, spiritualitas, dan budaya lokal.

“Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kendal untuk terus menggali dan mengembangkan potensi peserta didik di berbagai bidang. Anak-anak hebat seperti Azkia adalah aset berharga daerah dan bangsa,” tambahnya. Ucapan dan apresiasi tersebut semakin meneguhkan bahwa capaian Azkia Ayu Nur Fadhilah bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan kebanggaan bersama bagi dunia pendidikan Kabupaten Kendal, serta menjadi inspirasi nyata lahirnya generasi unggul yang berkarakter, berprestasi, dan berakar pada nilai-nilai luhur budaya bangsa. (akw)