Sosialisasi Peningkatan Layanan Sekolah Dasar di Kendal: Menghadirkan Sekolah Aman dan Nyaman

Kendal – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar sosialisasi peningkatan layanan satuan pendidikan jenjang sekolah dasar pada 28-30 Agustus 2024 kemarin. Kegiatan yang diikuti oleh para kepala sekolah se-Kendal ini fokus pada lima tema utama, yakni iklim keamanan sekolah, anti perundungan, iklim kebhinekaan, iklim keamanan satuan pendidikan, dan iklim inklusif di sekolah.

Pembukaan resmi dilakukan oleh Ibu Ninik Chaeroni, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kendal, yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. “Sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua bagi siswa. Oleh karena itu, menciptakan iklim keamanan yang kondusif menjadi prioritas utama kita,” ujarnya.

Pada hari Jumat saat penutupan sosialisasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Ferinando Rad Bonay berpesan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukanlah tugas seorang diri, melainkan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Karenanya penting untuk membangun kolaborasi yang kuat agar peserta didik bisa merasa nyaman di sekolahnya.

Para narasumber yang kompeten di bidangnya memberikan pemahaman yang mendalam mengenai masing-masing tema. Ibu Ana Kristiani dari BBPMP Jawa Tengah memaparkan pentingnya menciptakan iklim keamanan sekolah yang melibatkan seluruh komponen sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua. Beliau juga memberikan tips-tips praktis untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Bapak Rizky Budianto dari Polres Kendal menyoroti masalah perundungan yang masih sering terjadi di sekolah. Beliau memberikan materi mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak negatifnya, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan. “Perundungan dapat berdampak buruk pada perkembangan psikologis siswa. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama mencegah dan mengatasi masalah ini,” tegasnya.

Selain itu, para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga iklim kebhinekaan di sekolah. Bapak Titus Ari Supriyadi, pengawas sekolah, menekankan pentingnya menghargai perbedaan dan membangun toleransi antar sesama. “Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Sekolah harus menjadi tempat untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Narasumber dari Kejaksaan Negeri Kendal turut memberikan materi mengenai iklim keamanan satuan pendidikan. Bapak Arga Indra Wirawan menjelaskan pentingnya menjaga keamanan sekolah dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Beliau juga memberikan tips-tips untuk meningkatkan keamanan sekolah, seperti memasang CCTV, melakukan patroli rutin, dan menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian.

Materi terakhir disampaikan oleh Bapak Fauzan, pengawas sekolah, yang membahas tentang iklim inklusif di sekolah. Beliau menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk belajar dan berkembang, tanpa memandang latar belakang dan kemampuan.

Sekolah yang inklusif juga perlu memperhatikan mengenai tingkat aksesibilitas bagi semua murid. Oleh karena itu, Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) juga harus bisa ikut menikmati setiap fasilitas yang ada di sekolah, termasuk juga bagaimana membuat mobilitas PDPD di dalam kelas juga tidak terhambat.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Nur Kamidah, Kepala SDN 1 Puguh, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai permasalahan yang sering terjadi di sekolah. “Dengan adanya sosialisasi ini, saya merasa lebih siap untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi siswa,” ujarnya.

Ninik Chaeroni, M.Pd. (Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Disdikbud Kendal)

Mungkin Anda juga menyukai