
Asesmen awal pembelajaran merupakan hal penting yang kerap kali terlewatkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Asesmen awal baik kognitif maupun non kognitif merupakan modal awal bagi guru untuk memberikan treatment tertentu terhadap muridnya di kelas. Hasil dari pelaksanaan asesmen digunakan guru untuk menyusun strategi yang tepat pada kondisi yang berbeda beda dengan pendekatan diferensiasi pembelajaran.
Gugus DI Panjaitan melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Gugus yang berlangsung perdana pada tanggal 4 Mei 2023 di SDN 1 Brangsong Kabupaten Kendal dengan mengusung materi penerapan Asesment awal non kognitif dalam pembelajaran. Materi asesmen awal non kognitif disampaikan oleh narasumber Ibu Dian Lestari, S.Pd. yang telah mendapatkan pelatihan dalam kegiatan Training Of Trainer (TOT) Pemberdayaan Gugus yang juga dilaksanakan di Kecamatan Brangsong sebelumnya.

Kegiatan berlangsung menarik dan interaktif dengan melibatkan seluruh peserta berkolaborasi dalam kegaitan kelompok dan presentasi. Materi Asesment non kognitif yang dipelajari merupakan materi lanjutan yang lebih mengedepankan praktik langsung dengan melakukan simulasi pelaksanaan asesment yang dilakukan pada diri peserta sendiri untuk kemudian dipahami dan diterapkan dalam lingkungan kelas masing-masing. Asesment non kognitif yang disimulasikan merupakan diagnosa terhadap karakteristik gaya belajar murid yang terbagi dalam keterampilan gaya belajar visual, auditori maupun kinestetik. Pendalaman terhadap materi ini dikarenakan Gugus DI Panjaitan sebelumnya juga pernah mendapatkan materi serupa dalam pendampingan Gugus Mitra Tanoto Foundation mulai tahun 2018 sampai dengan saat ini.

Sinergitas Dengan Korwilcambiddik
Tyas Pudiastuti, S.Pd.,M.Pd sebagai Korwilcam Biddik Kec. Brangsong dalam beberapa kesempatan menyampaikan pentingnya Pemberdayaan Gugus menjadi giat komunitas lingkungan Gugus DI Panjaitan untuk dapat memberikan dampak terutama peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi termasuk dalam menyusun strateri pembelajaran yang berdasarkan hasil analisis kebutuhan dasar murid. “Guru perlu memetakan terlebih dahulu kondisi murid masing-masing, bagaimana cara belajar mereka, bagaimana mereka berinteraksi dan berkomunikasi sebagai modal melakukan pembelajaran,” Ungkap Ibu Tyas.
Berdasarkan simulasi yang dilakukan melalui laman https://akupintar.id/tes-gaya-belajar didapati hasil gaya belajar peserta yang tergolong dalam gaya belajar visual, auditori dan kinestetik maupun gaya belajar dominan karena merujuk pada hasil asesment yang dilakukan. Melalui kegiatan pemberdayaan gugus tersebut diharapkan guru khususnya di lingkungan Gugus DI Panjaitan Kecamatan Brangsong dapat betul-betul melaksanakan Asesment Diagnostik Non Kognitif untuk memetakan potensi bakat dan minat belajar murid sehingga dapat memberikan strategi yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran.
Pentingnya Pemberdayaan Gugus menjadi giat komunitas lingkungan Gugus DI Panjaitan untuk dapat memberikan dampak terutama peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi termasuk dalam menyusun strateri pembelajaran yang berdasarkan hasil analisis kebutuhan dasar murid.
Oleh:
Tim KKG Pemberdayaan Gugus DI Panjaitan, Kecamatan Brangsong