Belajar Unsur-Unsur Lingkaran melalui Permainan Kesimbangan

Oleh Redi Hermawan, S.Pd. Guru SDN 2 Curugsewu, Patean, Kabupaten Kendal (Sekolah Mitra Tanoto Foundation)

————————————————————————————————————-

Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Matematika di kelas VI adalah menjelaskan unsur-unsur lingkaran. Guru mencoba melakukan penelitian pembelajaran jarak jauh (PJJ) di kelas VI SDN Curugsewu dalam menyampaikan materi ini. Caranya adalah secara langsung menjelaskan konsep tentang unsur-unsur lingkaran dan meminta siswa untuk menghafalkan konsep tersebut. Hasilnya, proses pembelajaran yang hanya berfokus pada guru  tersebut mengakibatkan siswa kurang tertarik dan merasa bosan dalam belajar matematika. Melalui tes tertulis yang diberikan guru kepada siswa, sejumlah 69 persen siswa mendapatkan hasil belajar masih di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Agung Prasetyo Abadi (2010:15) salah satu penyebab siswa kesulitan dalam belajar matematika karena pembelajaran matematika yang kurang bermakna. Oleh karena itu penting bagi guru untuk mengaitkan pengalaman kehidupan nyata siswa dengan konsep-konsep matematika agar pembelajaran matematika menjadi bermakna.

Konsep ini selaras dengan teori belajar konstruktivisme yang memberikan kebebasan dan keaktifan terhadap siswa untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan, atau teknologi dan hal lain yang diperlukan guna mengembangkan dirinya sendiri. Teori pembelajaran konstruktivisme berpendapat bahwa orang menghasilkan pengetahuan dan membentuk makna berdasarkan pengalaman mereka. Pandangan konstruktivis menekankan pada penemuan, eksperimen, dan masalah terbuka. Sehingga pengajaran konstruktivisme dilakukan dengan menguatkan keterlibatan aktif siswa dalam konstruksi makna dan pengetahuan.

Setelah melakukan refleksi dan evaluasi ditemukanlah bahwa ternyata akar masalahnya adalah ketidaktepatan guru dalam menentukan kegiatan pembelajaran matematika yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu guru membuat solusi pemecahan masalah dalam belajar matematika materi unsur-unsur lingkaran melalui permainan keseimbangan.

Permainan keseimbangan yang dilakukan siswa adalah permainan mengangkat benda berbentuk lingkaran dengan menggunakan satu jari tangan. Permainan ini sebenarnya merupakan penerapan dari salah satu konsep unsur-unsur lingkaran yaitu titik pusat lingkaran. Permainan  yang membutuhkan uji coba dan kesabaran ini secara tidak langsung mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan praktik matematika secara menyenangkan.

Permainan keseimbangan ini bertujuan agar pembelajaran matematika menjadi bermakna karena dikaitkan dengan pengalaman belajar siswa. Selain itu,  dapat juga dikembangkan untuk menemukan konsep unsur-unsur lingkaran yang lainnya seperti diameter, jari-jari, busur, tali busur, juring, dan tembereng.

Secara lebih jelas, berikut langkah-langkah proses pembelajarannya. Melalui WA grup, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa. Setelah itu guru memberikan kalimat pengantar tentang pentingnya mempelajari unsur lingkaran dan menemukan sendiri unsur-unsur lingkaran melalui permainan keseimbangan.

Siswa membaca panduan melakukan permainan keseimbangan. Setelah memahami cara melakukannya, siswa mencari bahan-bahan yang diperlukan, yaitu: satu buah benda  berbentuk lingkaran yang mudah ditemukan di rumah, misalnya tutup toples. Setelah menemukan benda yang berbentuk lingkaran, siswa mengangkat benda bersebut dengan menggunakan satu jari tangan.. Selanjutnya siswa diminta untuk memberi tanda, tepat di mana jari tangannya mengangkat benda tersebut menggunakan spidol . Dalam melakukan permainan ini siswa meminta bantuan kepada orang tua untuk mendokumentasikannya

Setelah diketahui titik pusat lingkaran, kemudian siswa membuat garis lurus tegak lurus yang harus melewati titik pusat lingkaran tersebut  dengan menggunakan dua buah karet gelang yang berbeda warna. Dengan menggunakan LKPD yang telah guru bagikan melalui WA grup, siswa selanjutnya mengukur panjang masing-masing karet gelang. Berdasarkan hasil pengukuran karet gelang, siswa menuliskan simpulan apakah panjang masing-masing karet gelang sama panjang dan apakah  panjang setengah karet gelang juga sama panjang.

Setelah semua langkah-langkah pembelajaran dilakukan, kegiatan diakhiri dengan pengiriman tugas siswa yang berupa foto saat siswa melakukan permainan keseimbangan dan LKPD baik dalam bentuk screen shoot dan google dokumen pada grup WA. Setelah semua tugas terkumpulkan kepada guru, kemudian siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi pembelajaran secara tatap muka virtual melalui google meet.     

Hasil refleksi yang telah dilakukan bersama siswa  menunjukkan bahwa siswa dapat belajar matematika dengan lebih asyik melalui permainan karena adanya uji coba dan tantangan. Selain itu pembelajaran matematika juga menjadi bermakna karena siswa mendapatkan sendiri pengetahuannya melalui kegitan yang telah mereka lakukan. Siswa membangun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman belajar.

————————————————————————————————————-

*Artikel ini telah tayang di Koran Tribun Jateng tanggal 25 Februari 2021 halaman 9. Pada Kolom Guru Menulis Praktik Baik Kolaborasi Tanoto Foundation dan Tribun Jateng dengan judul Belajar Unsur-Unsur Lingkaran melalui Permainan Kesimbangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *