Penulis: Fatma Atik Mulyani (Guru SDN 1 Lanji, Kecamatan Patebon)

Dari Pancasila kita belajar kemajemukan adalah wujud kekayaan negeri. Dari Pancasila kita belajar setiap warga harus bangga dengan identitasnya.
Berdasarkan Keputusan menteri pendidikan, kebudayaan, Riset dan teknologi Nomor 56/m/2022 tentang pedoman penerapan Kurikulum. Perkembangan kurikulum di sekolah dasar saat ini yaitu Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada siswa dengan memprioritaskan tumbuh kembangnya dan mengutamakan perkembangan kompetensi dan penanaman karakter pancasila.
Guru harus mampu menciptakan pembelajaran inovatif dan kreatif demi terwujudnya generasi bangsa dengan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki karakter pancasila. Kurikulum merdeka juga menekankan pada pembelajaran berbasis projek melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
P5 merupakan kegiatan berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai Pancasila dengan 6 ciri utama yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.
Peran guru sangatlah penting dalam mewujudkan karakter siswa yang sesuai dengan nilai Pancasila. Salah satunya melalui pembelajaran inovatif membuat media Tower Budaya Berbasis PjBL.
Guru sebagaiagent of changemenjadi tonggak awal keberhasilan pendidikan yang dituntut untuk mampu menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan sehingga mendorong siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang bermakna.
Pembelajaran di kelas 5 SDN 1 Lanji pada mapel IPS dan PPKn tentang keragaman sosial budaya masyarakat dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika. Banyak siswa yang mengalami kendala dalam membedakan dan mengenali keberagaman budaya di masing-masing provinsi Indonesia. Sehingga guru membuat pembelajaran inovatif dan menyenangkan dengan Tower Budaya Berbasis PjBL.
Tower Budaya adalah media pembelajaran inovatif berbasis PjBL dengan mengajak siswa bekerjasama dalam kelompok membuat projek menara (tower) yang berisi rumah adat, baju adat, pakaian adat, tari adat, dan bahasa daerah kemudian siswa menempelkan di sebuah peta Indonesia sesuai nama provinsi daerahnya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai pancasila yaitu berkebinekaan global, gotong royong dan kreatif.

Fathurrohman (2016) mengatakan bahwa Project based learning yaitu sebuah model pembelajaran aktif dan inovatif yang menggunakan projek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran peserta didik untuk mencapai beberapa kompetensi yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Langkah awal pembelajaran sesuai sintak Project based learning yaitu:
- Pertanyaan mendasar
Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan keingintahuan siswa “ Mengapa bangsa Indonesia memiliki keberagaman budaya? Bagaimana cara kita menyikapi keberagaman budaya di Indonesia?”
2. Mendesaian Perencanaan Produk
Guru berkolaborasi bersama siswa membuat kesepakatan produk yang akan dihasilkan yaitu berupa Tower Budaya. Kemudian menyiapkan alat dan bahan berupa tabel keberagaman budaya, foto berbagai keberagaman di Indoneisa (baju, tarian,rumah adat), peta Indonesia, sterofoam, tusuk sate, gunting dan lem. Guru membentuk siswa menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok diberi nama pulau di Indonesia yaitu Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Setiap kelompok diberikan Tabel keberagaman budaya dan potongan gambar budaya. Siswa dalam kelompok mencocokan potongan gambar sesuai tabel keberagaman dan ditempel di tusuk sate sehingga terbentuk seperti menara. Kemudian siswa menusukkan menara budaya di Peta Indonesia sesuai dengan nama provinsinya.

3. Menyusun Jadwal
Guru dan siswa berkolaborasi menyusun jadwal dan batas akhir penyelesaian projek.
4. Memonitoring Perkembangan Proyek
Guru memantau partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kelompok, mengamati perkembangan projek dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam pembuatan projek agar tidak terjadi miskonsepsi dalam pembuatan Tower budaya. Guru menggunakan rubrik dalam memantau kinerja siswa.

5. Menguji Hasil
Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya Tower Budaya untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa tentang keberagaman budaya di Indonesia.
6. Evaluasi Pengalaman Belajar
Hasil karya setiap kelompok dipamerkan, kelompok lain memberikan saran dan masukan. Guru bersama siswa melakukan kegiatan refleksi hasil pembelajaran. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga toleransi dalam kebhinekaan global dan memberikan arahan tindak lanjut terkait projek yang telah dilaksanakan.
Melalui penerapan PjBL mampu mengembangkan partisipasi aktif peserta didik, menumbuhkan inisiatif, kreativitas dan kemandirian, melatih kolaborasi dan tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan projek bersama kelompok.
Tower budaya berbasis PjBL menjadi salah satu inovasi media pembelajaran yang dapat menanamkan beberapa nilai profil pelajar pancasila yaitu berkebinekaan global, gotong royong dan kreatif. Tower Budaya memberikan pengalaman bermakna kepada siswa dalam menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan nyata dan menghargai keberagaman di Indonesia.