Snakes and Ladders Vocabularies, Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

Oleh. Lailina Zulfa, S.Pd, Guru Bahasa Inggris SDN 1 Brangsong, sekolah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation.

———————————————————————————————————

Belajar dari Rumah (BDR) dianggap sebagai langkah paling preventif untuk memutus penyebaran rantai COVID-19 pada klaster sekolah. Namun, hal ini ibarat mata pisau yang memiliki dua sisi berlawanan. Lamanya waktu pelaksanaan BDR ini mengakibatkan kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Tak terkecuali pada mata pelajaran bahasa Inggris.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, hal mendasar yang perlu dikuasai adalah vocabularies (kosa kata). Penguasaan vocabularies merupakan langkah awal untuk mampu menguasai dengan baik empat keterampilan utama berbahasa, yaitu: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis/mengarang dalam bahasa Inggris.

Bangsa yang bukan penutur asli bahasa Inggris seperti Indonesia, seringkali sulit menguasai vocabularies. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: kosakata bahasa Inggris memiliki penulisan dan cara baca yang berbeda, siswa tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, penyampaian materi hanya dengan metode klasikal yang membosankan, serta cara penggunaan kalimat yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya minat siswa, sehingga  lebih banyak dimanfaatkan untuk bermain daripada belajar. Merujuk pada kondisi tersebut, perlu  cara yang tidak biasa agar tujuan pembelajaran tetap tercapai meski melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Gembira! Itulah kata terpenting untuk belajar pada era pandemi saat ini. Namun jika dikaitkan dengan masalah di atas, tidak mudah menghadirkan kegembiraan dalam belajar Bahasa Inggris. Untuk itulah, perlu metode semenarik mungkin agar siswa lebih bersemangat dalam menguasai kosakata. Salah satu alternatif yang digunakan adalah melalui permainan Snakes and Ladders Vocabularies (ular tangga). Permainan biasa namun berdampak luarbiasa.  Perminan ini dapat membuat siswa belajar serasa bermain. Dalam permainan ini, siswa diminta untuk membuat permainan ular tangga sesuai dengan imajinasi mereka.

Setidaknya ada dua alasan mengapa metode permainan ini efektif bagi anak. Pertama, bermain sangat penting bagi anak dalam masa operasional konkret, Kedua, anak akan aktif terlibat dalam permainan dalam hal ini pembelajaran bahasa Inggris. Anak menjadi subjek utama dalam (student centered). Sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan, menarik, santai tapi serius, tetapi efektif dan bermakna.  

Praktik baik dalam pembelajaran bahasa Inggris ini telah dilaksanakan di SDN 1 Brangsong, Kendal dengan permainan Snakes and Ladders vocabularies menggunakan pendekatan MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi). Langkah-langkah tersebut sebagai berikut.

Pertama, melalui WAG, guru menyapa dan bertanya jawab tentang kegiatan siswa di rumah selama masa pandemi sebagai langkah apersepsi dan koneksi. Satu persatu siswa bercerita tentang kegiatan mereka mulai dari membantu orangtua, menonton aneka hiburan di televisi, juga melakukan kegiatan bermain permainan tradisional dan modern, salah satunya permainan ular tangga. Setelah itu guru memberikan stimulasi kepada siswa tentang bagaimana cara memainkan permainan tersebut khususnya ular tangga. Guru pun mengarahkan siswa agar mengetahui materi yang akan dipelajari saat itu yakni tentang Toys and Games (beragam mainan dan permainan).

Kedua, guru menyampaikan bahwa permainan ular tangga ternyata bisa digunakan sebagai media belajar bahasa Inggris untuk belajar vocabularies dengan cepat. Selanjutnya, guru menampilkan video petunjuk cara membuat snakes and ladders vocabularies dari kertas dan meminta siswa untuk mempraktikkan.

Ketiga, melalui WAG guru  dan siswa bertanya jawab  terkait video panduan cara membuat snakes and ladders vocabularies dari kertas serta alat dan bahan yang digunakan. Setelah itu, guru meminta siswa menulis kosa kata berbahasa Indonesia yang berkaitan dengan  materi nama-nama mainan dan permainan  pada kertas yang dipotong kecil-kecil kemudian digulung dan dimasukkan ke dalam amplop. Kosakata inilah yang nantinya akan digunakan sebagai kuis dalam permainan. Amplop tersebut ditempelkan pada sisi kertas permainan snakes and ladders.

Keempat, guru meminta siswa untuk memainkan permainan tersebut berpasangan dengan orangtua atau anggota keluarga di rumah.  Cara bermaiannya seperti permainan ular tangga pada umumnya. Saat berhenti pada satu kotak sesuai jumlah titik pada dadu, siswa mengambil salah satu gulungan kertas yang berisi kosakata bahasa Indonesia lalu mengubah kosa kata tersebut dan ke dalam bahasa Inggris. Jawaban benar mendapat skor 10, jika salah siswa tidak mendapatkan skor. Permainan berhenti jika ada siswa yang sampai ke garis finish atau jika soal telah habis. Setelah itu hitung jumlah skor yang didapat.

Setelah selesai. Sebagai bentuk refleksi guru meminta siswa untuk menceritakan kembali kesan mereka saat belajar membuat snakes and ladders vocabularies dan saat memainkannya. Siswa juga diminta menyebutkan kembali kosakata yang telah dilatihkan sambil bermain

————————————————————————————————————

*Artikel ini telah tayang di Koran Radar Pekalongan tanggal 1 Februari 2021 halaman 4. Pada Kolom Opini Guru Hebat dan Inovatif Kolaborasi Tanoto Foundation dan Radar Pekalongan dengan judul Snakes and Ladders Vocabularies, Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris.

1 thought on “Snakes and Ladders Vocabularies, Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *