Penulis: Atik Nasehatul Khoiriyah, S.Pd. (Guru SDN 2 Plantaran, Kec. Kaliwungu Selatan)

Media Pembelajaran merupakan sebuah sarana pembelajaran yang digunakan oleh seseorang sehingga dapat memudahkan dalam penyampaian materi ketika mengajar di sekolah.
Hal seperti itu sangat membantu guru dalam mengajar, dan merupakan solusi untuk membuat siswa senang ketika belajar, sehingga tidak merasa jenuh. Pengembangan bahan ajar oleh guru sudah diperjelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses.
Guru diharapkan untuk mengembangkan bahan ajar sebagai salah satu sumber belajar. Suatu proses pembelajaran dikatakan bermakna baik jika meliputi aspek interaktif, menantang, menyenangkan, memotivasi. Dengan adanya pengembangan media pembelajaran ini menjadikan proses belajar mengajar jadi lebih menarik, efisiensi belajar siswa dapat meningkat, meningkatan semangat belajar siswa, memberikan pengalaman dalam proses pembelajaran, dan melibatkan siswa pada saat proses pembelajaran.
Terkait dengan pembelajaran tidak semua yang dipelajari oleh siswa merupakan hal-hal konkret. Pembelajaran IPA memiliki konsep yang abstrak sehingga menuntut pemahaman siswa dalam mempelajarinya.
Untuk mempermudah siswa dalam mempelajari hal-hal yang abstrak dapat digunakan media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran guru harus dapat memanfaatkan media yang sesuai dengan materi yang akan di berikan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan siswa, serta penyampaian materi terhadap siswa bisa tercapai dengan adanya bantuan media pembelajaran.

Media pop up book merupakan sebuah buku yang memiliki unsur tiga dimensi dan dapat bergerak ketika halamannya dibuka, memiliki tampilan gambar yang indah dan dapat ditegakkan, memberikan pengembangan kreativitas siswa serta merangsang daya imajinasi.
Media pembelajaran sangat diperlukan guru untuk membantu pemahaman siswa terhadap pembelajaran dikelas. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA adalah media pop up book ( Hariani. 2015).
Project Based Learning (PjBL) adalah model inovatif yang melibatkan kerja proyek dimana peserta didik bekerja secara mandiri dalam mengkonstruksi/membangun pembelajarannya (Sudrajat & Budiarti, 2020). Dalam pembelajaran IPA Kelas VI materi Tata Surya siswa SD Negeri 2 Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan menerapkan pembelajaran berbasis proyek.

Berikut sintaks pembelajaran PjBL yang diawali dengan pembagian kelompok. Diawali langkah pertama penentuan pertanyaan mendasar, “Diplanet manakah kita tinggal saat ini? Sebutkan nama planet-planet yang kamu ketahui?”.
Langkah kedua menyusun perencanaan proyek, dengan menyiapkan alat dan bahan serta peraturan penyelesaian proyek.
Langkah ketiga yaitu menyusun jadwal, Guru dan siswa berkolaborasi menentukan jangka waktu dan batas akhir penyelesaian proyek.
Langkah keempat memantau peserta didik dan kemajuan proyek. Langkah kelima penilaian hasil, dilakukan dengan siswa melaksanakan presentasi serta memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa.
Langkah terakhir evaluasi pengalaman, guru dan siswa dapat berdiskusi dalam rangka evaluasi atau memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran. Menurut penuturan Umi, siswa kelas VI SD Negeri 2 Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan mengenai proyek pop up book tata surya sebagai berikut, “Saya baru pertama kali membuat pop up book, dengan membuat proyek pop up book membuat saya semangat belajar IPA dan berkreasi.”
Media pop up book tata surya berbasis Project Based Learning membuat siswa merasa tertarik dan senang belajar dengan adanya pop up book sebagai bahan ajar, karena tampilan pop-up yang menarik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Guru diharapkan untuk mengembangkan bahan ajar sebagai salah satu sumber belajar. Suatu proses pembelajaran dikatakan bermakna baik jika meliputi aspek interaktif, menantang, menyenangkan, memotivasi.