Salah satu unsur utama dalam keberhasilan pendidikan adalah guru. Guru memiliki peran sentral dalam setiap keberhasilan program-program pendidikan.
Kompetensi guru berperan penting terhadap prestasi murid. Jika ingin melihat murid berprestasi, maka tingkatkan dulu kompetensi gurunya.
Sejalan dengan hal tersebut, maka para Trainer yang telah dilatih dalam program kegiatan Training Of Trainer (TOT) Pemberdayaan Gugus melakukan kegiatan diseminasi guna menularka ilmu yang di dapat dari pelatihan.
Untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru, Pemandu Gugus kecamatan Pegandon mengimplementasikan pelatihan mulai dari karakteristik mata pelajaran hingga pertanyaan yang memancing Produktivitas, Imajinasi, serta Terbuka dengan berbagaia kemungkinan. Akronim yang biasa diberikan adalah PIT.
Eko Nurwanti selaku Korwilcambiddik Kecamatan Pegandon berujar, “Pemandu Gugus telah dibekali kemampuan yang cukup untuk bisa membuat perubahan yang nyata dimulai dari kelasnya. Karenanya perlu juga mengaplikasikan keilmuannya untuk memberikan kontribusi nyata dengan menularkan apa yang telah di praktekkannya ke rekan kerja lainnya.”
Melalui fasilitasi oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pegandon, Pemandu Gugus berupaya meningkatkan perannya dengan memberikan pelatihan nyata kepada para guru di Kecamatan pegandon. Pelatihan yang dihelat bukan hanya sekedar pemberian materi belaka. Namun juga telah terjamin akurasi dan keberhasilannya karena telah terlebih dahulu dipraktekkan di kelas masing-masing. Salah satu pelatihan yang dilaksanakan adalah Pelatihan Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus Sultan agung, Kecamatan Pegandon, Kegiatan ini bekerja sama dengan Kepala Korwilcambiddik, K3S,dan guru-guru di lingkungan Gugus Sultan Agung.

Kegiatan KKG diikuti oleh 5 SD terdiri dari guru kelas dan guru mapel (PAI, Penjaskes, dan Bahasa Inggris). Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan pelatihan, pada kegiatan ini materi yang disampaikan adalah Karaketeristik Mata Pelajaran.

Keantifan Peserta Dalam KKG
Antusiasme peserta dalam mengikuti KKG tergambar dalam jumlah peserta yang berpartisipasi sesuai dengan daftar peserta yang diajukan oleh masing-masing Kepala Sekolah yang mengikuti hingga sesi terakhir.
Peserta diajak untuk memebedah karakter masing-masing mata pelajaran, sehingga tahu bagaimana kesesuaian pembelajaran dengan karakter kekhasan mapel dengan konsep MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi). Pemahaman guru terhadap karakteristik mata pelajaran dapat membantu guru menentukan langkah pembelajaran dan asesmen yang tepat.
“Pelatihan ini membantu saya, yang selama ini saya berpikir bahwa saya sudah maksimal dalam menyampaikan pembelajaran dan membuat asesmen di kelas ternyata masih jauh dari yang diharapkan,” ujar Kuswartini salah satu peserta pelatihan. “Kegiatan ini membekali saya untuk mempersiapakan proses pembelajaran dengan baik, dan membuat asesmen dengan tepat. Saya akan menerapkan nya di kelas” tambah Ibu Rohayati.
Pemandu Gugus telah dibekali kemampuan yang cukup untuk bisa membuat perubahan yang nyata dimulai dari kelasnya. Karenanya perlu juga mengaplikasikan keilmuannya untuk memberikan kontribusi nyata dengan menularkan apa yang telah di praktekkannya ke rekan kerja lainnya.
Oleh:
Siti Maesaroh, S.Pd.SD. (SDN Pakuncen, Kec. Pegandon)