Penulis: Ike Rindang Wulan, S.H.I (Widyaprada Ahli Muda Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal)

Kurikulum merdeka adalah kurikulum baru cetusan kemendikbudristek dibawah kepemimpinan Nadiem Makarim. Kurikulum merdeka menjadi salah satu dari tiga pilihan kurikulum yang kemendikbud tawarkan untuk diterapkan pada satuan pendidikan sebagai upaya untuk pemulihan pembelajaran pasca covid. Hal ini karena kurikulum merdeka yang sifatnya lebih sederhana dan berfokus hanya pada materi yang esensial.
Upaya Apa Saja yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal dalam Implementasi Kurikulum Baru?

Selain sosialisasi, webinar dan Kendal Bersua Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal juga melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Jenjang SMP Se Kabupaten Kendal. Pelaksanaan di Hotel SAE INN Kendal selama dua hari sejak tanggal 25 s.d 26 September 2023 dengan diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Kurikulum Jenjang SMP baik Negeri maupun Swasta Se Kabupaten Kendal dengan menghadirkan Narasumber dari BBPMP Provinsi Jawa Tengah antara lain:
- Dra. Hj. Nani Rosdijati, M.M
- Dr Tri Mulyani , M.Pd
- Sri Hartati, S.Pd., M.Pd.

Dalam Bimtek Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini materi yang disampaikan berkaitan dengan :
- Refleksi Pembelajaran Paradigma baru
- Pembelajaran Berdiferensiasi
- Asesmen
- Mispersepsi Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila (P5)
Dalam melaksanakan Praktik Implementasi Kurikulum Merdeka ini ada beberapa Tips Praktik Implementasi Kurikulum Merdeka antara lain :
- Lakukan Penilaian Awal. Penilaian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi oleh sekolah, guru, dan siswa dalam melaksanakan kurikulum merdeka.
- Menyusun Rencana Kerja yang Jelas.
- Pengembangan untuk Guru.
- Evaluasi.

Kami berharap seorang guru khususnya di Kabupaten Kendal harus terus meningkatkan kompetensi literasinya dan numerasinya, menjadi guru yang produktif dan adaptif dengan kemajuan teknologi informasi, karena guru saat ini bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan bagi anak”. Nilai-nilai karakter dan nilai spiritual menjadi nilai plus dan pondasi yang harus benar-benar ditanamkan pada diri peserta didik saat ini.