Bermain dengan Cermin dan Mengetahui Sifat-Sifatnya

Kendal – Kita dapat melihat alam sekitar dengan indra penglihat. Benda-benda di sekitar kita dapat terlihat karena benda tersebut memantulkan cahaya dan cahaya dapat dipantulkan dan dibiaskan. Nah dari situ muncullah ide untuk mengajak siswa belajar sambil bermain agar saat stay at home ini tetap bermakna.

Melalui WhatsApp grup (WAG) yang sering digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, Saya memulai pembelajaran dengan berkoordinasi terkait kegiatan belajar sambil bermain menggunakan cermin.

Jenis cermin yang dimaksud bisa menggunakan barang-barang yang ada di rumah. Apa yang saya  sampaikan mendapat respon positif dari siswa. Pertama saya memulai dengan Lembar kerja (LK) yang saya share melaui WAG siswa maupun WAG orang tua. Tujuannya agar membantu memotivasi putra putrinya dan membantu memfasilitasi peralatan yang diperlukan, dengan demikian keharmonisan antar anak dan orang tua akan terjalin.

Ada tiga jenis cermin yang akan dipraktikkan, yaitu cermin datar, cekung, dan cembung. Siswa diharapkan dapat mengetahui sifatnya. Contoh alat/perkakas yang diperlukan mudah didapat, misalnya:

Sesuai panduan LK, digunakan pula (pensil/permen/pulpen) yang diposisikan di depan masing-masing cermin, diamati, kemudian mereka menuliskan hasil percobaannya pada kertas folio. berikut kesimpulannya berupa naratif singkat.

Pada saat mereka praktik, siswa juga diminta untuk mendokumentasikannya, bisa berupa foto ataupun video dan dikirimkan kepada wali kelas masing-masing melalui WAG kelas serta menulis checklist pertanda sudah selesai mengerjakan tugas. Untuk mengirimkan foto/vidio diberi waktu sampai pukul 19.00 WIB tetapi tugas pada LK (hasil percobaan) bisa disimpan pada snelhelter sebagai tugas portofolio yang saat masuk nanti diserahkan kepada wali kelas.

Dari kegiatan belajar sambil bermain tentang cermin mereka jadi mengetahui sifat-sifat bayangannya yaitu:

Dengan demikian stay at home tetap bermakna, selalu ada ide  kreatif dan menyenangkan yang dapat menyamarkan dinding kejenuhan.

Link lembar kerja dapat diakses di: https://gg.gg/RPPLK_Irina_Cermin

#1001IdePINTARbelajardirumah

#KendalCerdas

Penulis:Dra.Irina Kurniati Lubis, M.Pd, Guru IPA SMPN 2 Kendal

8 thoughts on “Bermain dengan Cermin dan Mengetahui Sifat-Sifatnya”

  1. When possible, cryptocurrencies should be stored in wallets, essentially bank accounts for cryptocurrencies. Importantly, if you store your Bitcoin on cryptocurrency exchanges, the exchanges technically have control over the crypto. But if you withdraw to a wallet, you have complete control over your digital assets. This is very important: if you keep your funds in exchanges, there’s a chance that the exchange might go bust, or the owners run away with customer funds. The Dubai Multi Commodities Centre (DMCC), a free zone with a focus on commodities, trade, and financial services, is promising zero taxes and easy visa access in a bid to encourage crypto-related projects. More used to dealing with the diamond trade, the DMCC CEO, Ahmed Bin Sulayem, bemoans the pace at which the central bank is acting on what he sees as the next big gold rush. https://fairitarian.com/community/profile/samuelj35743864/ Disclaimer: This article is for informational purposes only. It is not a direct offer or solicitation of an offer to buy or sell, or a recommendation or endorsement of any products, services, or companies. Bitcoin.com does not provide investment, tax, legal, or accounting advice. Neither the company nor the author is responsible, directly or indirectly, for any damage or loss caused or alleged to be caused by or in connection with the use of or reliance on any content, goods or services mentioned in this article. Blockchain promises to solve this problem. The technology behind bitcoin, blockchain is an open, distributed ledger that records transactions safely, permanently, and very efficiently. For instance, while the transfer of a share of stock can now take up to a week, with blockchain it could happen in seconds. Blockchain could slash the cost of transactions and eliminate intermediaries like lawyers and bankers, and that could transform the economy. But, like the adoption of more internet technologies, blockchain’s adoption will require broad coordination and will take years. In this article the authors describe the path that blockchain is likely to follow and explain how firms should think about investments in it.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *