Berisik Tetapi Asyik Dengan Booklet Transformasi Energi

Damayanti

Oleh: Damayanti, S.Pd. (Guru SDN 6 Boja, Kec. Boja)

Paparan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, bahwa prinsip merdeka belajar adalah mendorong seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjadi agen perubahan agar terwujud pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat konstitusi.

Hal tersebut dapat terwujud melalui berbagai perbaikan salah satunya perbaikan pembelajaran. Perbaikan pembelajaran ini tidak lepas dari peran guru.

Guru sebagai agen perubahan harus dapat menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan menumbuhkan pengalaman baru bagi siswanya. Untuk mendukung pembelajaran tersebut pembelajaran di kelas 4 SD Negeri 6 Boja pada mata pelajaran IPAS materi transformasi energi menerapkan model pembelajaran berbasis proyek atau dikenal dengan Project Based Learning (PjBL).

Menurut Saefudin (2014), PjBL merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dengan beraktivitas secara nyata dalam kehidupan. Hal ini dilakukan untuk membantu, mendorong dan membimbing peserta didik fokus pada kerja sama dengan melibatkan kerja kelompok dan perkembangan mereka.

Langkah-langkah pembelajaran IPAS materi Tranfsormasi Energi pada SD Negeri 6 Boja dimulai dengan pembagian kelompok oleh guru berdasarkan gaya belajar siswa. Sesuai  sintak pertama PjbL, guru memberikan topik dan mengajukan pertanyaan pemantik, untuk menumbuhkan keingintahuan siswa. Pertanyaan tersebut adalah “Mengapa kipas angin di kelas kita bisa berputar?” Dari pertanyaan tersebut, guru bersama siswa mulai membahas tentang materi transformasi energi.

Guru memberikan penjelasan bahwa siswa akan mencari dari berbagai sumber belajar, diantaranya pengamatan alat elektronik di sekitar, mencari sumber belajar dari bahan bacaan, serta wawancara antarteman. Selain itu, guru juga memberikan penjelasan mengenai tugas akhir yang akan diberikan sehingga siswa dapat mulai menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Sintak menyusun jadwal pelaksanaan penyelesaian proyek, dilakukan oleh guru bersama siswa dengan membuat kesepakatan dalam menentukan jadwal pelaksanaanya. Materi ini membutuhkan waktu untuk pengamatan sehingga penyusunan jadwal disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Setelah menyusun jadwal, siswa mulai mengamati benda-benda yang ada di lingkungan sekolah. Siswa yang telah selesai melakukan pengamatan, kembali ke kelompoknya untuk membuat booklet sesuai lembar kerja.

Guru juga senantiasa memantau keaktifan siswa untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan proyek yang telah dikerjakan dan membimbing jika mengalami kesulitan agar tidak terjadi miskonsepsi. Pengujian hasil dilakukan untuk mengetahui kelayakan proyek yang telah dibuat oleh siswa. Kelayakan ini berupa isi booklet mengenai transformasi energi.

Setelah booklet memenuhi kelayakan, maka tiap kelompok membuat laporan untuk dipresentasikan di depan kelas.

Menguji hasil dengan presentasi.

Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil booklet yang telah dibuat. Kelompok lainnya memberikan tanggapan untuk semakin memberikan pemahaman siswa terkait materi transformasi energi. Simpulan pembelajaran berupa penguatan oleh guru serta refleksi siswa.

PjBL merupakan salah satu kegiatan pembelajaran aktif yang menekankan pada keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator yaitu memberikan permasalahan berupa studi kasus yang nantinya akan diselesaikan oleh siswa dalam bentuk proyek.

Nabila siswa SD Negeri 6 Boja adalah siswa yang memiliki hobi menggambar, membuat semua halaman bookletnya dengan gambar yang sesuai dengan transformasi energi yang dibuat. Tampilan booklet ini tampak lebih artistic dan menarik bagi pembaca/pirsawannya.

Melalui penerapan PjBL siswa dapat menuangkan semua ide dan gagasanya dalam bentuk karya yang dapat ditunjukkan kepada teman dan gurunya. PjBL juga membantu siswa mengembangkan kemampuan kognitif  maupun nonkognitif yang dimilikinya.

PjBL merupakan salah satu kegiatan pembelajaran aktif yang menekankan pada keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator yaitu memberikan permasalahan berupa studi kasus yang nantinya akan diselesaikan oleh siswa dalam bentuk proyek.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *