Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan salah satu wadah untuk melakukan refleksi dalam rangka meningkatkan keetrampilan dan kemampuan profesionalisme guru. Seperti yang disampaikan oleh Titus Ari Supriyadi, S.Pd. M. Si, pengawas Sekolah Dasar Korwilcambiddik Kecamatan Weleri dalam kegiatan KKG di Gugus Bahurekso, “Refleksi merupakan proses memeriksa diri dan mengevaluasi diri yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pendidik yang efektif. Tujuannya meningkatkan profesionalitas dalam praktik mengajar sehingga sebagai pendidik harus menjadikan refleksi sebagai pembiasaan dan memilki pola pikir untuk selalu belajar, seperti gelas kosong yang siap untuk diisi dan menerima pengetahuan baru.”
Dari apa yang sudah disampaikan tersebut, ketua Gugus yaitu Sofiah, S. Pd juga menambahkan agar kegiatan gugus dapat diikuti oleh semua peserta dan mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.

Kegiatan KKG dihadiri oleh semua guru dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, ketua gugus, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Pengawas Sekolah Dasar, dan Korwilcambiddik Kecamatan Weleri. KKG dilaksanakan di SD Negeri 1 Weleri pada hari Selasa 16 Mei 2023 yang dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai dengan Pukul 12.15 WIB berjalan dengan lancar dan menantang. Adapun materi yang disampaikan adalah Karkteristik mata pelajaran, dan dipandu oleh Trainer yang sudah mengikuti program TOT (Training Of Trainer) Kabupaten Kendal sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan.
Lilik Mulyani, S.Pd. M. Si, selaku Korwilcambiddik Kecamatan Weleri memiliki harapan besar kepada seluruh guru di Kecamatan Weleri, agar kegiatan KKG juga dapat dijadikan sebagai kegiatan refreshing peningkatan mutu pembelajaran dan mengimplementasikan pengetahuan baru yang diperoleh di sekolah masing-masing sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengembangkan kreativitas dan daya pikir siswa sesuai dengan karakeristik dan minat yang dimilki.

Keseruan Praktik Memahami Materi
Dalam setiap sesi, semua peserta sangat aktif mengikuti kegiatan. Hal itu terlihat dari keseruan mereka dalam berdiskusi, tanya jawab, menyelesaikan lembar kerja dan melakukan presentasi. Suasana kelas sangat kondusif dan menyenangkan. Kesiapan dan Kreativitas pemandu dalam menyampaikan materi, menjadi salah satu faktor yang menjadikan peserta lebih antusias dalam mengikuti kegiatan dan memahami materi yang disampaiakan. Seperti yang sudah dilakukan oleh kelompok 1 dalam menerapkan konsep MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) untuk memahami karakeristik mata pelajaran.
Dalam mengenali ketrampilan proses sains, peserta melakukan Kegiatan mengamati, mengklasifikasi, mengukur, memprediksi, menginferensi, mengomunikasikan melalui praktik dengan menggunakan benda nyata. Misalnya dalam kegiatan mengklasifikasi, peserta menggunakan berbagai jenis biji -bijian yang dikelompokkan berdasarkan beberapa 3 kategori (warna, kandungan gizi, bentuk dan menuliskan dasar pengelompokannya).
Dari hasil kegiatan tersebut, peserta lebih mudah memahami materi karena peserta terlibat langsung dalam belajar sehingga, tidak membosankan, dan termotivasi untuk mendapatkan pengalaman baru yang lebih menantang. Selain itu, peserta lebih percaya diri dalam mempresentasikan hasil penugasannya, mampu memberikan jawaban dari pertanyaan peserta lain dengan tepat, dan memberikan refleksi yang memotivasi peserta yang lain.

Refleksi Peserta
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan pemahaman baru dalam memahami karakteristik mata pelajaran. Misalnya ketika kelompok saya mengidentifikasi ketrampilan proses matematika, kami sangat bersemangat untuk berkolaborasi menghitung volume kotak sesui dengan petunjuk yang terdapat di dalam lembar kerja. Dari kegiatan yang sudah dilakukan, akhirnya kami menemukan kesimpulan dan dapat diterima oleh kelompok yang lain. Dari pengalaman inilah, saya semakin mantap untuk meningkatkan kulaitas pembelajaran di dalam kelas dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang selama ini saya lakukan ”, ungkap Tri Handini Yuniarti salah satu peserta kegiatan.
Refleksi merupakan proses memeriksa diri dan mengevaluasi diri yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pendidik yang efektif. Tujuannya meningkatkan profesionalitas dalam praktik mengajar sehingga sebagai pendidik harus menjadikan refleksi sebagai pembiasaan dan memilki pola pikir untuk selalu belajar, seperti gelas kosong yang siap untuk diisi dan menerima pengetahuan baru.
Penulis:
Wiwi Sukmawati, S. Pd (Guru SD Negeri 1 Montongsari, Kecamatan Weleri)
2 pemikiran di “Mengenal karakteristik Mapel Melalui Diskusi Pemberdayaan KKG Gugus”
Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya karena banyak ilmu yang di dapatkan. Sangat penyampaian menarik
Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya karena banyak ilmu yang di dapatkan.