Pengembangan kompetensi peserta didik merupakan tantangan bagi guru di dunia pendidikan. Sesuai dengan hal tersebut, pemerintah menerbitkan Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Pada diktum kedua, terdapat salah satu pilihan bagi sekolah untuk menerapkan kurikulum yang akan digunakan. Kurikulum Merdeka menjadi pilihan kurikulum yang diterapkan di SDN 3 Protomulyo. Salah satu prinsip kurikulum merdeka yaitu pembelajaran dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik.
Berdasarkan rapor pendidikan tahun 2021, nilai literasi peserta didik SDN 3 Protomulyo menunjukkan nilai 1,72 (di bawah kompetensi minimun). Hal ini menjadi bahan evaluasi guru untuk berinovasi melakukan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan untuk meningkatkan literasi peserta didik. Salah satu kegiatan pembelajaran menyenangkan dalam peningkatan literasi yang pernah dilaksanakan guru di kelas 4 SDN 3 Protomulyo mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Kata Tanya ADIKSIMBA yaitu pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL) membuat proyek Explosion Box Cerita Rakyat Kendal. Pembelajaran tersebut dilaksanakan tanggal 15 Oktober 2022 sesuai dengan modul ajar yang telah dirancang.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan pemutaran video Sejarah Singkat Kabupaten Kendal sebagai pemantik proyek yang akan dibuat. Explosion Box Cerita Rakyat merupakan kotak kado yang di dalamnya berisi bacaan cerita rakyat yang dikemas dalam bentuk permainan. Peserta didik membuat proyek dengan langkah-langkah: (1) Guru membagi kelas menjadi lima kelompok; (2) Peserta didik dengan bimbingan guru menentukan proyek Explosion Box Cerita Rakyat yang dibuat. Setiap kelompok mendapatkan judul cerita rakyat yang berbeda. Misalnya: Dongeng Kali Blorong, Curug Sewu dan Dongeng Goa Kiskendo; (3) Peserta didik merancang desain proyek. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan berupa kardus bekas, lem, gunting, kertas lipat, penggaris, kertas kado dan cerita rakyat; (4) Peserta didik menggunting kardus sesuai pola yaitu satu bagian tengah, empat bagian samping dan satu bagian terpisah sebagai tutup; (5) Peserta didik melapisi bagian luar kardus menggunakan kertas kado dan bagian dalam kardus menggunakan kertas lipat; dan (6) Peserta didik menggunting cerita rakyat Kendal dan menempelkannya di kertas lipat secara memanjang pada bagian tengah kardus; (7) Peserta didik menuliskan pertanyaan yang berawalan dengan kata tanya ADIKSIMBA yang terkait dengan isi bacaan cerita rakyat dan menempelkannya di empat bagian samping kardus yang sudah dihias; (8) Pada bagian tutup dihias dan dituliskan aturan permainan; (8) Setiap kelompok dapat menggunakan Explosion Box Cerita Rakyat tersebut secara bergantian.


Hasil belajar pembuatan Explosion Box Cerita Rakyat Kendal menunjukkan hasil yang baik. Hal ini dibuktikan dengan nilai asesmen sumatif lingkup materi di akhir pembelajaran mencapai 87%. Pembelajaran ini dapat meningkatkan literasi peserta didik. Peserta didik sangat antusias membaca karena bahan bacaan menceritakan cerita rakyat yang terkait dengan tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Kendal. Peserta didik tertarik dengan berbagai cerita karena mereka dapat mendatangi tempat-tempat yang ada dalam cerita tersebut. Dengan mengenalkan berbagai cerita rakyat di Kabupaten Kendal, dapat melestarikan sastra lisan yang sudah hampir punah. Keberhasilan pembelajaran dicapai dengan proses yang menyenangkan dan bermakna bagi guru dan peserta didik. Orangtua juga antusias ketika diinformasikan jika peserta didik melakukan pembelajaran tersebut. Orangtua memberikan tanggapan yang positif dan meminta agar pembelajaran seperti itu lebih sering dilaksanakan di sekolah. Tindak lanjut setelah kegiatan pembelajaran tersebut, guru bersama peserta didik mengunjungi salah satu situs budaya yaitu Goa Kiskendo. Guru dan orangtua saling bersinergi agar pendidikan yang diperoleh peserta didik selalu bermakna dan menyenangkan. Adanya kurikulum merdeka, memberikan kebebasan guru untuk berinovasi merancang modul ajar yang sesuai dengan lingkungan peserta didik. Kegiatan pembelajaran semacam itu menjadi pemantik daya pikir peserta didik di masa yang akan datang. Manfaat pembelajaran bermakna akan terlihat beberapa tahun mendatang. Minat dan bakat peserta didik untuk menjadi penulis, vlogger ataupun youtuber yang akan bisa mengeksplorasi potensi lokal wilayah Kabupaten Kendal ke tingkat nasional maupun internasional.
Guru dan orangtua saling bersinergi agar pendidikan yang diperoleh peserta didik selalu bermakna dan menyenangkan. Adanya kurikulum merdeka, memberikan kebebasan guru untuk berinovasi merancang modul ajar yang sesuai dengan lingkungan peserta didik.
Penulis: Indri Kartikawati, S.Pd. (Guru SDN 3 Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal/Juara I Lomba Penulisan Artikel Praktik Baik Pembelajaran Kabupaten Kendal)