Literasi IPS Berbasis Proyek Menggunakan Mini Book

Oleh: Muhchamad Haris Tarmidi, S.Pd, Guru SDN 1 Puguh, Kendal  dan Fasilitator Daerah Program PINTAR Tanoto Foundation Kabupaten Kendal

———————————————————————————————————–

Apa kesan yang di alami siswa dengan mata pelajaran IPS di kelasnya?

Mungkin tidak akan jauh-jauh dari guru ceramah dan siswa mengerjakan soal. Hal itulah yang menjadi tantangan bersama bagi kita para guru untuk bisa membelajarkan siswa lebih aktif dengan pembelajaran IPS nya.

Pembelajaran dengan konsep project based learning (PjBL) lewat pembuatan Mini Book menjadi salah satu solusi dalam pembelajaran IPS agar siswa benar-benar memahami secara detail materi yang diajarkan.

Mini Book bisa menjadi solusi agar siswa benar-benar mengalami pembelajaran yang bermakna. Karena tema IPS yang cenderung teoritis tentu butuh kreativitas guru untuk mengaktifkan siswa.

Pembuatan Mini Book sangat mudah dan sederhana. Bisa menggunakan kertas HVS atau cukup dengan menggunakan kertas dari buku tugas siswa. Alat tambahan dari crayon, spidol atau bolpoin warna saja. Cara membuatnya yaitu kertas HVS di lipat dan dibagi menjadi empat bagian. Halaman pertama sebagai cover diberi gambar sesuai dengan tokoh favorit mereka.

Semisal pada materi kelas VI tema 3, penemuan baru membawa perubahan sosial budaya di masyarakat. Kita mintakan siswa menuliskan materi singkat di halaman kedua. Pada halaman-halaman selanjutnya, selain mendapatkan penjelasan dari guru siswa diminta aktif mengilustrasikan dengan berbagai gambar di Mini Book mereka.

Ketika guru memberikan penjelasan tentang perubahan sosial masyarakat semenjak adanya penemuan lampu, selain siswa menuliskan beberapa hal mengenai ciri perubahan masyarakat, mereka juga menggambarkan lilin dan lampu. Sehingga, aktivitas yang dilakukan membuat mereka menjadi lebih memahami secara detail daripada sekedar mendengarkan penjelasan guru.

Begitupun ketika guru mengajarkan materi perubahan sosial. Siswa aktif melakukan eksplorasi pengetahuan. Ketika penjelasan guru sampai pada bidang perubahan sosial yang terjadi di masyarakat karena pengaruh transportasi, siswa diminta mencari referensi secara mandiri lengkap dengan ilustrasi yang sesuai dengan bidang transportasi.

Pembelajaran dengan konsep PjBL dengan menggunakan Mini Book bisa ditutup dengan memberikan pertanyaan yang produktif, imajinatif, dan terbuka. Pada materi penemuan baru membawa perubahan sosial budaya di masyarakat, pertanyaan bisa seragam namun jawaban diharapkan sangat terbuka dan memancing produktivitas pemikiran imajinatif.

Contoh pertanyaannya, “Jika kalian menjadi peneliti, atau penemu, benda apa yang ingin kalian temukan? Lengkapi juga dengan alasan kenapa kalian ingin menemukan benda tersebut!

Pembelajaran lanjutan di hari itu bisa ditutup dengan meminta mereka untuk menceritakan kembali pemahaman materi pembelajaran yang sudah dilakukan kepada keluarga di rumah menggunakan mini book yang telah mereka buat. Hasilnya bisa direkam atau di foto sebagai bukti penilaian.

Pembelajaran pada muatan IPS secara teknis adalah pembelajaran yang mengembangkan sikap dan keterampilan sosial. Karenanya untuk mendapatkan pembelajaran yang benar-benar bermakna bagi siswa, guru perlu lebih merumuskan pembelajaran yang bersifat praktis  daripada teoritis.  

———————————————————————————————————–

*Artikel ini telah tayang di Koran Radar Pekalongan tanggal 2 Oktober 2020 halaman 9. Pada Kolom Opini Guru Hebat dan Inovatif Kolaborasi Tanoto Foundation dan Radar Pekalongan dengan judul Literasi IPS Berbasis Proyek Menggunakan Mini Book.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *