FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN DI INDONESIA

Renna Agus Neriyana, S.Pd*

Dalam dunia pendidikan semboyan “ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani ” , Maka sebagai Guru kita adalah seorang contoh bagi anak didik kita, dimana segala tingkah perilaku dan apa yang kita hadapi itu sebagian di contoh oleh beberapa siswa, maka kita harus menjadi seorang Guru yang patut di contoh untuk anak didik kita. 

Sebelum menjadikan seorang anak didik yang memiliki potensi yang baik kita harus mengetahui karakteristik dari masing masing siswa, agar nantinya sesuai dengan tujuan kita sebagai guru menjadikan anak didik yang berkarakter dan berbudi pekerti yang baik. Konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat menginspirasi dan menambah wawasan pengetahuan dan semangat saya untuk segera melakukan perubahan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari khusunya di lingkungan sekolah. Kegiatan yang akan dilakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat terwujud dengan menerapkan merdeka belajar, kemerdekaan belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan. Merdeka belajar yang berorientasi dan berpusat kepada peserta didik dengan pendekatan pendidikan yang holistik.

Tetapi dalam masanya hak anak adalah bermain maka kita sebagai Guru dalam memilih model pembelajaran hendaknya sesekali menggunakan metode belajar sambil bermain.

Dalam Filosofi Ki Hajar Dewantara dalam pemikirannya SALAM dan BAHAGIA , yang berarti selamat lahirnya dan bahagia batinnya. Sebagai Guru kita menuntun, membimbing, mengarahkan, menunjukkan ikut serta berproses dalam mencapai tujuan dan menemukan potensi diri yang dimiliki siswa sesuai dengan karakteristik siswa sehingga mencapai SELAMAT dan BAHAGIA

Apa yang merubah pemikiran anda setelah mempelajari Filosofi KHD ?

Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?

Saya beranggapan bahwa sebagai seorang guru hendaknya memberikan ilmunya yang telah dimiliki kepada siswa, agar siswa paham materi yang kita sampaikan, dan siswa harus belajar, agar pintar, agar tercapai cita-cita mereka yang mereka impikan

Setelah mempelajari Filosofi KHD asumsi saya sebagai Guru sangatlah berbeda, karena Guru tidak hanya memberikan ilmu atau materi saja kepada anak tetapi Guru juga harus mendidik siswa menuntun siswa dalam berprilaku, menggali potensi diri dan membentuk karakter siswa menjadi seorang anak

yang mempunyai profil Pelajar Pancasila sebagai pedoman. Dan tidak mengesampikan kodrat anak yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Yang harus segera dilakukan sebagai seorang Guru dengan berpedoman pada pemikiran KHD bahwa sebaiknya sebagai Guru harus mengidentifikasi karakteristik siswa, dengan begitu potensi siswa akan terlihat seiring proses dalam menuntunnya, serta tidak lupa membiasakan pembiasaan baik yang dilakukan secara rutin salah satunya,agar dapat terbentuk profi PELAJAR PANCASILA sebagai bekal siswa menuju kebaikan dalam proses dirinya. serta tidak lupa selalu mengingat dan mengimplementasikan semboyan KHD ” Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun karsa , Tut Wuri Handayani

*Guru SDN 2 Jatirejo Kecamatan Ngampel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.