PASAR KREWENG DI SEKOLAH SDN 3 JAMBEARUM KECAMATAN PATEBON

Pendidikan bukan persiapan untuk hidup tapi pendidikan adalah hidup itu sendiri (John Dewwy)

Kalimat tersebut tentu benar adanya mengingat bahwa pendidikan yang terbaik adalah dengan memberikan bekal pengalaman positif sebanyak-banyaknya untuk diimplementasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari. Keberhasilan pembelajaran merupakan hal yang penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut selaras dengan Undang Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan dasar hukum penyelenggaraan sistem pendidikan nasional di Indonesia. Visinya adalah terwujudnya  sistem pendidikan nasional  sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa  untuk memberdayakan semua warga  negara Indonesia  berkembang menjadi manusia yang berkualitas.

Tak hanya memfokuskan pada keberhasilan hasil belajar namun penumbuhan budi pekerti perlu ditekankan dan diintegrasikan dalam pembelajaran tak hanya itu, saat ini telah pula di kembangkan Profil Pelajar Pancasila dengan 6 dimensinya. Jika kita cermati secara sederhana, penguatan Profil Pelajar Pancasila sudah sesuai dengan Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 karena Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Maka yang menjadi menarik untuk kita pikirkan selanjutnya adalah bagaimana mengintegrasikan profil pelajar pancasila ini ke dalam pembelajaran yang bermakna tidak hanya transfer of knowledge semata. Karena itu desain pembelajaran dengan yang sarat teori dan praktik perlu diintegrasikan dengan apik dan padu dengan implementasi Profil Pelajar Pancasila. Tak hanya itu, desain pembelajaran yang menarik dan menyenangkan hendaknya tak luput dari prinsip pembelajaran yang berdifiresiasi sehingga muncullah ide melakukan kegiatan Pasar Kreweng di SDN 3 Jambearum dalam pembelajaran kelas V (lima) Tema 6 menuju Tema 7 dengan menarik keterkaitan pembelajaran melalui praktik yang menyenangkan. Konsep pasar kreweng sendiri sebetulnya tak jauh beda dengan one day market atau kewirausaaan sederhana di sekolah akan tetapi terdapat beberapa langkah dan keunikan yang perlu diperhatikan untuk hasil yang lebih maksimal.

Kunci pertama pada kegiatan ini sebetulnya adalah dikemas dan dilakukan dengan sederhana dengan ide peserta didik yang memerdekaan dan membeaskan dengan Batasan yang ditentukan juga berupaya melatih kekompalam tim dan mengajak anak menyukai sejarah.

Mengenal Kegiatan Pasar Kreweng di Sekolah

Sebelum mengenal lebih dalam tentang pelaksaan pasar kreweng yang telah dilaksanakan SDN 3 Jambearum. Ada 6 pertanyaan dasar yang dapat membantu kita membuat perencanaan kegiatan Pasar Kreweng di SDN 3 Jambearum. Ap aitu pasar kreweng? Kenapa dinamakan pasar kreweng? Dimana kegiatan pasar kreweng bisa dilakukan? Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini? Kapan pasar kreweng ini dilakukan? Bagaimana pelaksanaannya?

Pasar kreweng adalah pasar kecil yang dilakukan dalam skala/lingkup kecil di sekolah dengan bekerja secara berkelompok dari awal hingga akhir menggunakan kreweng (pecahan genting) sebagai alat jual beli. Persiapan yang harus dilakukan yaitu: (1) Membentuk Kelompok (3 anak per kelompok); (2) Menentukan harga barang; (3) Menentukan kapan dilaksanakan; (4) Menentukan jenis barang; (5)  Berdiskusi pembagian tugas; (6) Komunkasikan pada seluruh komponen sekolah.

Kenapa menggunakan kreweng? kreweng adalah media termurah, terdekat dan termudah di lingkungan sekolah meskipun tidak ada hubungannya dengan emas, alat jual beli waktu zaman dulu. Tapi digunakan untuk membuat peserta didik belajar banyak hal. Pembeli menukar uang rupiah dengan kreweng 1 buah kreweng bernilai @Rp1.000.

Presentasi muatan aspek afektif, kognitif dan psikomotor yaitu 20% tema 6 sub tema 3, 20% penanaman karakter, 10% pengintegrasian Profil Pelajar Pancasila dan 50% Tema 7 tentang kedatangan bangsa barat di Indonesia. Pelaksaan kegiatan ini juga murni di sekolah sehingga memudahkan koordinasi dan persiapan pelaksaan serta merangkai kegiatan pasar kreweng ini.

Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini? Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberi dampak pada guru dan siswa namun harapannya adalah merangkul semua komponen sekolah. Kepala sekolah dan dewan guru terlibat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perizinan hingga kontrol pelaksanaan. Kegiatan ini secara tidak langsung juga melibatkan orang tua maupun wali murid. Guru melalui whatsapp group (WAG) membangun komunikasi dengan orangtua sebelum, saat pelaksaan maupun sesudah pelaksanaan.

Hadirkan dan Memperkenalkan Menu Sehat

Prinsip 4 sehat 5 sempurna mungkin belum bisa dihadirkan secara paripurna dalam kegiatan ini namun diharapkan peserta didik mampu membagun interaksi dari kegiatan ekonomi sekaligus mengenal menu jajan-jajan yang bergizi. Guru melakukan sosialisi dan memberikan kriteria dalam menjual makanan maupun minuman di pasar kreweng ini.

Ketentuan jenis makanan maupun minuman ini tentunya juga disosialisasikan kepada orang tau sehingga dapat memberikan gambaran ketika membantu peserta didik menyiapkan jajanannya. Guru juga memberikan prioritas terhadap jenis makanan tradisional buatan orang tua karena dengan demikian selain membantu mereka mengenal makanan ataupun minuman tradisional juga pastinya lebih terjaga higinitasnya. Jajan juga boleh berupa jajan kemasan dengan catatan sudah tercatat dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan hasil pengamatan kegiatan pasar kreweng ini terhadap daya Tarik peserta didik terhadap jenis jajan makanan atau minuman ternyata diketahui bahwa makanan berjenis fast food diminati 60% siswa, 40% minuman olahan es dan 30% jajanan kemasan. Hal ini sekaligus menjadi perhatian kita sebagai pendidik untuk lebih mengenalkan mereka pada makanan tradisional Indonesia sehingga kelak mereka juga akan belajar bagaimana mengolah makanan sehat dari hasil alam Indonesia menjadi berbagai makanan tradisional yang lezat dan bergizi.

Pelajaran Berharga dari Kegiatan Pasar Kreweng di Sekolah

Pelaksaan pasar kreweng ini dilakukan ketika terdapat materi pelajaran yang relevan. Hal ini dimaksudkan agar tidak menganggu pembelajaran yang seharusnya dan kelas lainnya. Mengingat masih pandemi maka pastikan selain persiapan makanan juga persiapan pemenuhan protokol Kesehatan yang berlaku agar segala hal dapat berjalan sebagaimana mestinya. Selalu komunikasikan dengan peserta didik kapan siap melaksanakan dan juga pihak sekolah serta wali murid.

Kegiatan ini telah diabadikan dalam kanal Youtube dengan pranala https://www.youtube.com/watch?v=866K3iG0WFI dengan banyak pengalaman berharga di dalamnya. Secara implisit kegiatan ini mampu mengembangkan 6 Profil Palajar Pancasila yang sebelumnya dicanangkan. Hal itu tercermin dari serangkaian kegiatannya mulai dari Berdoa bersama dan menjaga kebersihan (beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia), Tidak membeda-bedakan teman dalam satu kelompok (berkebinekaan global), Memasang MMT, membuat kreweng, menata pasar dan menata barang dagangan (bergotong royong), menyiapkan segala sesuatu dengan baik dan tertata secara mandiri namun dalam kelompok (mandiri), Menamai warung dengan nama-nama pahlawan pejuangkemerdekaan serta dapat menarik benang merah maksud dan dampak dari kegiatan ini (bernalar kritis), dan Menentukan dagangan apa dan bagaimana memasarkannya di pasar (kreatif).

Kekuatan dari kegiatan ini diantaranya adalah simulasi pembelajaran dilakukan dengan baik serta banyak hal yang dipelajari mulai dari penanaman sikap positif dan termasuk laku atau tidak, rugi atau laba juga dapat menginspirasi kelas lain untuk melakukan/mengembangkan. Sedangkan kelemahannya adalah ada peserta didik kurang hati-hati dalam menjual, keterbatsan kreweng dan ada pembeli yang tidak mematuhi prokes. Tapi di luar dari hal tersebut perencaan yang matang akan membantu mengatasi kendala yang terjadi. Pelajaran Berharga dari Kegiatan Pasar Kreweng di Sekolah lainnya adalah dapat melatih kemampuan siswa dalam berkomunikasi, membantu membawa diri dalam lingkungan sekolah maupun di masyarakat, dapat belajar menghargai waktu atau time orientation karena pembeli bergiliran keluar dan masuk mempunyai rasa empati dan mau berbagi dengan orang lain hingga dapat membuat keputusan sendiri. Langkah akhir dari kegiatan ini adalah anak-anak menukar jumlah kreweng kepada guru untuk ditukar dengan mata uang rupiah sehingga semua dari peserta didik dan kembali pada peserta didik pula. Tak lupa siswa memberikan refleksi pembelajaran baik lisan maupun tertulis untuk terus melihat progress dari ketercapaian kegiatan pembelajaran.

Oleh: Andreanna Kusuma Wardhani, S.Pd.

1 thought on “PASAR KREWENG DI SEKOLAH SDN 3 JAMBEARUM KECAMATAN PATEBON”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *