Puzzle Memory: Strategi Literasi Visual dalam Menulis Teks Berita

Oleh. Dra. Ratna Widuri ,Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Brangsong dan fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation

——————————————————————————————————————

Kendal – Pemilihan media, strategi, ataupun teknik pembelajaran yang menarik bagi siswa sangat krusial dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Terlebih lagi di dalam pembelajaran jarak jauh, kreativitas guru sangatlah dibutuhkan. Di masa pandemi ini, strategi literasi visual dengan menggunakan puzzle memory merupakan salah satu kreatifitas yang dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis teks berita.

Strategi literasi visual dimaksudkan kemampuan belajar untuk menafsirkan pesan visual secara akurat serta mampu membuat pesan tersebut. Penggunaan strategi literasi visual ini akan memudahkan siswa dalam menulis teks berita. Selama ini siswa merasa kesulitan dalam menulis teks berita. Apalagi saat pembelajaran menggunakan moda daring.

Guna menyiasati tidak adanya tatap muka dengan siswa dan memudahkan siswa dalam menulis teks berita, media puzzle memory dengan strategi literasi visual dapat digunakan. Berikut langkah-langkah pembelajaran yang telah dilaksanakan di SMP N 1 Brangsong kelas VIII-I .

Sebelum diajak berlatih menulis teks berita, guru memastikan siswa telah mengenal tentang pengertian, ciri, tujuan, serta struktur teks berita. Guru juga mengajak siswa untuk berlatih menelaah unsur-unsur teks berita yang dikenal dengan istilah 5W1H atau dikenal juga dengan istilah ADiKSimBa (Apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana). Untuk memastikan tingkat pemahaman siswa atas teks berita, hasil dari kegiatan ini diujikan oleh guru melalui aplikasi google form.

Setelah kegiatan ini, siswa dibagikan sebuah lembar kerja peserta didik (LKPD) yang dibagikan kepada siswa melalui WhatsApp-Grup (WAG) kelas Bahasa Indonesia VIII-I. Isi dari LKPD tersebut adalah sebuah puzzle memory berisi enam buah foto kegiatan yang pernah dilaksanakan di SMP N 1 Brangsong, yaitu kegiatan Pentas Seni dalam rangka HUT SMP N 1 Brangsong. Dari enam buah foto kegiatan tersebut urutannya masih  acak. Gambar yang masih acak tersebut, harus diurutkan menjadi sebuah rangkaian kegiatan.

Dari rangkaian kegiatan yang ada, siswa mengisi sebuah template yang isinya tentang unsur-unsur teks berita. Misalnya, tentang Apa rangkaian foto tersebut, Di mana foto itu terjadi, Siapa yang terlibat dalam rangkaian foto tersebut, dan Bagaimana urutan kejadian yang ada di foto tersebut.

Setelah mengisi template tersebut, siswa diajak untuk merangkainya menjadi sebuah teks berita dengan memperhatikan struktur berita yang berisi kepala berita (Lead), tubuh berita, dan ekor berita dengan susunan piramida terbalik.

Sebelum siswa menulis teks berita, bagi siswa yang belum jelas bisa mengajukan pertanyaan lewat chat WA, guru bersama siswa dalam WAG mendiskusikannya. Langkah terakhir siswa menulis teks berita berdasarkan template yang telah ditulis tadi.

Jadilah teks berita yang disusun oleh siswa. Bagaimanakah guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam membuat teks berita? Ada beberapa cara, antara lain: siswa membuat ketikan teks berita tersebut dan dikirim ke email guru, bisa juga dengan cara menuliskannya di kertas folio dan difoto terus dikirim melalui WAG kelas bahasa Indonesia.

Untuk tugas selanjutnya teks berita yang telah disusun siswa tadi, siswa diajak berlatih menjadi pembaca berita yang baik dengan cara memvideokan pembacaan teks berita yang telah dibuat tadi dengan bantuan orang tua atau kakak yang ada di rumah kemudian dikirim ke guru mata pelajaran.

Akhir dari pembelajaran ini, siswa menuliskan refleksi terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan selama 2 jam pembelajaran tentang apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dialami, dan manfaat apa yang dapat diambil dari pembelajaran yang telah dilakukan.

Hampir seratus persen siswa menjawab pembelajaran menulis teks berita menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Mereka dapat menjadi seorang wartawan dan menjadi seorang pembaca berita di televisi. Penggunaan strategi literasi visual menggunakan media puzzle memory dengan langkah-langkah seperti di atas akan memudahkan guru dalam mengajarkan materi menulis teks berita secara daring.

———————————————————————————————————–

*Artikel ini telah tayang di Koran Radar Pekalongan tanggal 7 Oktober 2020 halaman 5. Pada Kolom Opini Guru Hebat dan Inovatif Kolaborasi Tanoto Foundation dan Radar Pekalongan dengan judul Puzzle Memory: Strategi Literasi Visual dalam Menulis Teks Berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *