RESPIROMETER LERENG PRAU

Oleh:  Nur Rohim, S.Pd.SD.

Guru SDN 1 Ngargosari, Kecamatan Sukorejo

Juara I Lomba Artikel Praktik Baik Disdikbud Kabupaten Kendal

Kendal – Pembelajaran pada masa pandemi ini mengharuskan guru untuk mengubah pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran jarak jauh baik dengan daring maupun luring.  Meskipun demikian pembelajaran tetap harus dilaksanakan dengan cara yang menarik dan tanpa mengesampingkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Salah satu pembelajaran di kelas lima pada tema 2 sub tema 1, membahas tentang pernapasan  pada beberapa hewan. Materi ini dapat disajikan dengan kemasan yang sangat menarik yang akan memacu rasa ingin tahu siswa dan mengasah kreatifitas dan keterampilan siswa.

Seperti layaknya dalam kelas pembelajaran diawali dengan persensi . Persensi  dilakukan dengan meminta menuliskan nama melalui pesan di grup. Selanjutnya guru menyapa para anggota grup dan memberikan motivasi kepada mereka untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian pengantar mengenai materi sistem pernapasan pada hewan seperti cacing, serangga, dan ikan. Pembelajaran ini sangat menarik karena siswa melakukan percobaan dengan respirometer karya mereka sendiri.

Mengenal Respirometer Lereng Prau


Respirometer lereng prau karya siswa

Respirometer lereng prau adalah karya siswa yang dapat memberikan pengalaman belajar siswa yang dapat mengasah pengetahuan serta keterampilan siswa. Pembelajaran ini disampaikan melalui media WA grup yang terbentuk sebagai salah satu alternatif media belajar siswa. Guru memberikan penjelasan bahwa hewan bernapas dengan menghirup oksigen. Selanjutnya guru memberikan materi cara membuat respirometer sederhana untuk membuktikan teori tersebut. Materi pembuatan respirometer diberikan dengan mengirimkan video cara membuatnya ke WA grup. Pada video tersebut, guru menjelaskan materi yang padat dan singkat namun jelas bahwa seperti manusia, hewan juga bernapas untuk mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida. Namun, sistem pernapasan pada hewan berbeda dari manusia. Bahkan, sistem pernapasan pada hewan pun berbeda-beda sesuai jenisnya.

Berikut sistem pernapasan pada beberapa jenis hewan yang dapat diamati melalui percobaan respirometer lereng prau: (1) Alat dan Sistem Pernapasan pada Cacing Tanah (Vermes): Cacing tidak mempunyai alat pernapasan khusus, cacing bernapas melalui permukaan kulit. Kulit cacing selalu basah dan berlendir untuk memudahkan penyerapan oksigen dari udara. Oleh karena itu, cacing menyukai tempat lembap untuk menjaga supaya kulit tubuhnya selalu basah dan berlendir; (2) Alat dan Sistem Pernapasan pada Serangga (Insekta): Seperti hewan lain, serangga bernapas dengan mengisap oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Namun, alat pernapasan serangga berbeda dengan hewan lain. Alat pernapasan serangga berupa trakea, yaitu sistem tabung yang memiliki banyak percabangan di dalam tubuh. Percabangan trakea disebut trakeola. Trakea mengedarkan oksigen langsung ke semua sel tubuh dan organ serta menyerap karbon dioksida dari semua sel tubuh untuk dibuang. (3) Alat dan Sistem Pernapasan pada Ikan (Pisces): Semua makhluk hidup, termasuk ikan, memerlukan oksigen supaya tetap hidup. Pengambilan oksigen ini melalui proses pernapasan yang melibatkan organ pernapasan. Ikan bernapas dengan organ khusus mirip saringan yang disebut insang. Insang berbentuk lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap.

Setelah siswa melihat video tersebut kemudian tindak lanjutnya berupa penugasan untuk melakukan percobaan sendiri dengan menggunakan respirometer sederhana buatan mereka sendiri. Respirometer yang dibuat bisa menggunakan bahan bahan bekas seperti botol bekas, sedotan, penggaris dan sabun. Untuk hewan yang dimasukkan dalam respirometer dipilih hewan yang kecil misalkan dari jenis serangga. Siswa juga melakukan pengamatan untuk membandingkan bagaimana pengaruh jumlah hewan dengan banyak oksigen yang terserap. Hal ini dilakukan untuk mengasah kemampuan berkreasi dan berpikir kritis.

Percobaan Pembuatan Respirometer lereng Prau

Dokumentasi percobaan pembuatan respirometer lereng prau oleh siswa dengan berbantuan orang tua peserta didik

Pembelajaran dengan menggunakan respirometer sederhana ini membuktikan bahwa untuk melakukan pembelajaran yang menarik bagi siswa ternyata tidak selalu mahal. Pembelajaran juga tidak membebani siswa dengan tugas yang menyulitkan siswa bahkan orang tua. Sebaliknya melalui pembelajaran ini siswa lebih antusias, menikmati setiap proses dan mereka mampu mengasah kreatifitas sehingga pembelajaran yang menarik dan bermakna tetap bisa terwujud dimasa pandemi sekarang ini.

Pembuatan percobaan respirometer lereng prau menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah dijumpai oleh siswa. Alat dan bahan tersebut adalah: (1) 1 buah botol bekas; (2) sedotan; (3) penggaris; (4) cairan; (5) krim/vaselin; (6) sabun mandi; (7) tatakan dari kardus; (7) jam tangan.

Cara membuat respirometer lereng prau itu sendiri melalui tahaan berikut: (1) Buat lobang pada tutup botol selebar sedotan; (2) Bungkus secuil sabun mandi dengan kain lalu masukkan ke dalam botol; (3) Masukkan sedotan ke lobang pada tutup botol; (4) Oleskan krim/vaselin pada tutup botol untuk menutup lobang-lobang kecil; (5) Satukan tatakan dengan penggarisdan (6) Letakkan botol di tatakan dengan ujung sedotan berada diujung penggaris.

Cara menggunakan respirometer lereng prahu dimulai dengan membuka tutup repirometer kemudian masukkan serangga atau hewan  kedalam respirometer. Letakkan respirometer pada tempat yang datar. Beri setetes cairan berwarna pada ujung respirometer selanjutnya amati pergerakan cairan berwarna, catat waktunya hingga kemudian siswa membuat laporan hasil percobaan yang telah mereka buat.

Dokumentasi laporan hasil percobaan dan hasil pengamatan

Melalui percobaan menggunakan respirometer sederhana karya mereka sendiri, semangat belajar mereka meningkat. Hal ini dapat dilihat dari antusias mereka dalam bertanya di grup WA mengenai percobaan yang mereka lakukan. Setelah mereka mengirimkan hasil percobaan dan foto respirometer yang mereka buat ternyata hasilnya beragam baik dari segi bahan maupun dari hewan yang mereka gunakan dalam percobaan ini.

Penulis            : Nur Rohim, S.Pd.SD.

Editor               : Andreanna Kusuma Wardhani, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *