Senter Matahari, Teman Belajar di Masa Pandemi

Siapa bilang belajar di rumah tidak bias mengaktifkan peserta didik? Justru dengan kegiatan belajar di rumah, kegiatan eksplorasi terhadap kemampuan peserta didik dapat dimaksimalkan. Tidak terkecuali pendekatan MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) juga dapat dilakukan melalui perencanaan kegiatan belajar dari rumah.

Hakikat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam merupakan persiapan di masa depan, dalam hal ini masa depan kehidupan anak yang ditentukan orang tua. Sesuai dengan tujuan pembelajaran bermakna yaitu pembelajaran yang mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupannya. Oleh karenanya, sekolah mempersiapkan mereka untuk hidup dalam masyarakat yang akan datang meskipun pembelajarn dilakukan secara jarak jauh. IPA adalah pengetahuan khusus yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain (Abdullah, 1998: 18)

Dalam pembelajaran IPA pada pembelajaran jarak jauh, guru harus memanfaatkan berbagai fasilitas dan sumber belajar yang berorientasi pada keterampilan proses. Kegiatan pengamatan dan penelitian  yang membuat peserta didik aktif dan kreatif untuk menemukan suatu konsep dalam  IPA masih dapat dilakukan. Dampaknya peserta didik menjadi aktif dan asyik sehingga belajar IPA akan menyenangkan. Salah satu materi kelas 6 adalah Gerhana dengan menggunakan ‘’senter matahariku ‘’ .

Kegiatan diawali  dengan peserta didik mempersiapkan senter,bola kecil, bola besar, dan dua pensil. Penggunaan bola kecil dan bola besar juga bisa diganti dengan tanah liat atau plastisin yang dibentuk menjadi sebuah bola yang berukuran kecil dan besar. Penggunaan alat ini disesuaikan dengan keadaan peserta didik di rumah.

 Petunjuk percobaan  yaitu peran  senter sebagai  matahari, peran  bola kecil sebagai bulan  dan peran bola besar sebagai bumi sedangkan dua pensil di gunakan untuk menancapkan kedua bola tersebut. Setelah media ini disiapkan oleh peserta didik, guru membagikan lembar kerja kelompok bagi peserta didik yang rumahnya berdekatan.   Peserta didik berdiskusi melalui WAG mengerjakan lembar kerja yang diawali dengan membuat hipotesis. Langkah selanjutnya peserta didik melakukan percobaan  yang ada dalam lembar kerja. Kesimpulan peserta didik diambil dengan menguji hipotesis yang telah mereka buat sebelumnya.

Hasil diskusi mereka sajikan dalam peta konsep yang dipresentasikan melalui WAG. Pada saat presentasi, kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi hasil percobaan kelompok yang presentasi. Tujuan memberikan kesempatan kelompok lain untuk memberikan tanggapan untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap penggunaan media apakah ada perubahan atau perbedaan yang terjadi akibat ada perbedaan perlakuan yang diberikan pada proses terjadi gerhana matahari.

Sebagai kegiatan lanjutan, peserta didik diberikan penugasan untuk mencoba mengubah posisi ketiga alat peraga dan menuliskan kemungkinan yang akan terjadi.  Hasil  pembelajaran menggunakan media “senter matahariku” dapat di katakan berhasil. Hal ini  dapat dilihat dari hasil lembar kerja peserta didik yang mnunjukkan lebih dari 82% peserta didik mengalami kentuntasan belajar. Refleksi lain dari pembelajaran IPA peserta didik merasa senang dan lebih aktif. Penggunaan media dan metode pembelajaran yang unik, menarik, dan menantang ternyata dapat membangkitkan motivasi, minat, atau gairah belajar peserta didik sehingga dapat membantu tercpainya tujuan pembelajaran.

RPP dan Lembar Kerja dapat di unduh pada tautan berikut: http://gg.gg/RPP_dan_LK_Anis

Penulis: Anis Saul Khasanah (Guru SDN Karangsari, Kec. Rowosari)

Reviewer: M. Haris Tarmidi

3 thoughts on “Senter Matahari, Teman Belajar di Masa Pandemi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *